NILA GALLERY (Interior Design Consultant)

" Dengan sentuhan kami, ruangan anda akan menjadi lebih hidup "

  • Selamat Datang di Website kami.

  • about.me/ninterior

  • Translator :

  • Tulisan & Halaman Teratas

  • KENAPA MENGGUNAKAN WALLPAPER / WALLCOVERING ?

    Mungkin selama ini kita semua tidak mengetahui dengan lebih mendalam mengenai kelebihan menggunakan Wallpaper / Wallcovering. Tahu kah anda WALLPAPER / Wallcovering pada masakini mempunyai beberapa ciri istimewa diantaranya : 1.Mudah di bersihkan dari noda atau kotoran lainnya dengan dengan busa / lap. 2.Tahan 10 tahun lebih dan warna tetap tidak pudar. 3.Kertas dari bahan finyl yang tebal. 4.Boleh menjadikan ruang yang kecil nampak lebih besar dengan corak / motif yang sesuai. 5.Mengembalikan kesan eksklusif serta memberikan mood yang ceria. 6.Mengembangkan daya pemikiran anak2 (dengan corak/gambar khas untuk anak2 buat ruang kamar anak).
  • VERTICAL BLINDS

    Vertical Blinds adalah tirai jendela dengan pengatur cahaya/sinar matahari secara vertikal. Material komponen dari plastik, nylon & metal crome, (bukan bahan daur ulang). Track/box atas aluminium solid + cat powder coating, lebih tebal, sangat lancar pada saat pengoperasian, tidak berisik dan anti macet. Fabric/kain terbuat dari bahan Polyster/Fiber glass dilapis dengan bahan khusus, dengan teknologi yang sempurna sehingga tidak melengkung dan tahan terhadap perubahan cuaca. Tersedia 100 lebih wama pilihan dengan motif dan type fabric mudah menyatu dengan design dan interior ruangan anda, modem, minimalis & elegant cocok untuk jendela kecil maupun ukuran yang sangat besar sekalipun.
  • Peta Lokasi

Gorden; Warna dan Motif Berdampak Psikologis

Posted by Nila Gallery Interior pada 9 November 2008

Koleksi Nila Gallery

Koleksi Nila Gallery

Dari segi fungsi, gorden adalah tirai atau penyekat. Untuk melindungi dari cahaya atau pandangan agar tidak menembus ruangan yang ada di baliknya. Karenanya gorden dipasang pada jendela atau pintu. Berbeda dengan daun jendela atau daun pintu, gorden bersifat tidak permanen, yang kalaupun dalam keadaan tertutup, orang akan mendapatkan isyarat bahwa di dalam ruangan di balik gorden tersebut masih ada orang yang terjaga atau bahwa ruangan itu terawasi.

Beda dengan daun jendela atau daun pintu, bila sudah ditutup, maka akan memberi kesan bahwa di dalamnya orang sudah mau tidur atau mungkin ruangan tersebut tidak berpenghuni.

Karena luas bidang gorden pada umumnya seluas jendela atau pintu, maka yang pertama menjadi pertimbangan dalam memilih gorden adalah warna. Apakah serasi dengan warna dasar tembok ruangan, warna kusen, warna daun jendela dan daun pintunya? Apakah warna tersebut secara keseluruhan memberikan dampak psikologis seperti yang diinginkan?

Dampak psikologis bisa terjadi karena warna memiliki potensi kuat terhadap pikiran. Seperti warna hitam dianggap bisa ‘mematikan’ warna-warna lain, kecuali putih. Sementara warna terang yang berat bisa mencolok mata dan membuat ‘kaget’.

Tentu, pemilihan warna merupakan kemerdekaan. Orang boleh memilih ruangan dengan aksen gorden berwarna biru laut karena temboknya memiliki warna senada, dan karena warna tersebut memberikan semangat pada dirinya.Atau orang boleh merasa terpaksa harus mengecat ulang warna tembok kamar tidurnya lantaran telah jatuh cinta pada gorden berwarna pink salem yang ceria, feminin, dan memberi kesan muda-belia. Atau pria remaja mungkin lebih suka memilih gorden garis-garis putih-hitam karena cocok dengan warna tembok kamarnya yang putih dan karena itulah warna seragam kesebelasan Inggris favoritnya. Atau seorang bapak mungkin tak akan peduli dengan urusan warna gorden karena apa pun warnanya asalkan pilihan istri tercinta, maka baginya adalah sempurna adanya.

Selain warna, pertimbangan lain adalah bahan. Ada berbagai macam kain gorden dengan bahan yang berbeda. Banyak yang menggunakan kain berserat sintetis, tebal, dan ada yang tipis, bermotif dan ada yang polos. Juga dengan berbagai macam warna dasar. Pilihan lain adalah gorden dari bahan tenun, yang akhir-akhir ini digemari.

Pemasangan gorden ada yang rangkap, satu helai gorden dasar dengan satu helai gorden rangkapan berupa kain tile tipis yang tembus pandang samar-samar dan dikenal dengan vitrage. Tetapi, ini biasanya untuk jendela kaca yang luas. Untuk pintu dan jendela kecil akan terkesan berlebih-lebihan bila menggunakan gorden rangkap.

Tetapi, gorden tak harus berupa lembaran kain yang digantung dan jatuhnya agak “berat” agar tak mudah diterbangkan angin. Bisa pula gorden dibuat dari bahan alami, seperti kerai bambu, kerai rotan, bahkan anyaman akar wangi atau kain goni atau bisa juga dari lidi yang dianyam dengan benang menyerupai lembaran. Bahan-bahan seperti ini memberikan kesan hangat dan ramah , karena sifatnya yang alamiah, sederhana, dan akrab dengan kehidupan. Bandingkanlah, tirai yang terbuat dari susunan bilah-bilah plastik seperti yang banyak digunakan ruang perkantoran. Bahan plastik ini memberi kesan formal dan seolah bisa memengaruhi orang-orang di sekitarnya agar tetap bersikap saling menjaga jarak.

Nilai estetik gorden, pada prinsipnya menyatu dengan fungsi. Selain sebagai tirai, ia juga mampu menghidupkan ruangan, serta membuat orang yang memandangnya merasa lega dan terbebas dari himpitan persoalan. Karenanya pemilihan warna dan motif menjadi penting. Seperti halnya warna, motif juga memberikan dampak psikologis. Ada motif berat dan ada motif ringan. Artinya, ada motif-motif tertentu yang bisa membuat kita makin lelah dan ada motif-motif yang membuat hati terasa ringan.

So, anda bisa mengisi akhir minggu dengan mendesain ulang gorden rumah kan?

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: